25 November 2008

[media-riau] KASUS MUTILASI - Perspektif Masyarakat Indonesia

Dear All,
 
Mudah-mudahan informasi/undangan berikut ini bermanfaat. Untuk kepesertaan dan peliputan, silahkan menghubungi langsung ke Sekretariat Panitia. Terima kasih dan mohon maaf jika kurang berkenan.
 
Salam hormat,
Wilson Lalengke - Senayan

my personal room at http://saintlover.blogsome.com
 

--- On Tue, 25/11/08, Ade Omat Mutiara <aomutiara@binus.edu> wrote:

 

Kepada

Yth. Bapak/Ibu Dosen

 

Dengan hormat,

Di bawah ini adalah Undangan Dialog Psikologi Nusantara dari Ketua Jurusan Psikologi Universitas Bina Nusantara. Beliau berharap Berkenan kiranya Bapak/Ibu dosen mem-forward ke seluruh japri dan milis relevan di mana Bapak/Ibu menjadi anggotanya.

Terima kasih.

 

Salam,

Ade O mutiara

Fak.PSikologi

BINUS UNIVERSITY

Jl.Kemangisan Ilir III No.45,

Kemanggisan/Palmerah

Jakarta Barat 11480

Ext.2632

 

 

Undangan: "The 1st National Discussion on Indigenous Psychology: Mutilation Case – Indonesian Perspective"

 

Rasa aman masyarakat belakangan ini laksana yoyo yang tergantung pada seutas benang yang hampir putus. Itu reaksi yang muncul setelah terjadi lagi peristiwa-peristiwa mutilasi. Di tengah-tengah korban yang terus berjatuhan, berseliweran berbagai pertanyaan. Mulai dari pertanyaan tentang bagaimana kepribadian para pelaku mutilasi, hingga pertanyaan yang menohok kolektivitas kita, yaitu apa gerangan 'penyakit' yang menjangkiti masyarakat Indonesia. Permasalahannya, logika awam saja tidak akan cukup untuk menghasilkan pemahaman tentang fenomena mutilasi secara lebih jernih. Basis pemikiran dan basis kerja yang bersifat ilmiah multidispliner menjadi kemutlakan bagi masyarakat (pada umumnya) dan institusi penegakan hukum—kepolisian khususnya—dalam rangka memahami serta menangani kasus-kasus kriminalitas sejenis secara lebih profesional dan ilmiah pula.

 

Atas dasar itulah, sebagai realisasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, Fakultas Psikologi BINUS UNIVERSITY menyelenggarakan secara berkala (tahunan) sebuah forum ilmiah berskala nasional. Kegiatan ini juga dimaksudkan sebagai inisiatif konkrit BINUS UNIVERSITY dalam mengembangkan disiplin ilmu psikologi yang lebih mengindonesia (psikologi bumiputera, indigenous psychology).

 

Tahun ini, "Dialog Psikologi Nusantara" dikemas dengan tajuk "The 1st National Discussion on Indigenous Psychology: Mutilation Case – Indonesian Perspective". Dialog Psikologi Nusantara ini akan diselenggarakan pada :

Hari/Tanggal   : Rabu/3 Desember 2008

Waktu       : Pk. 08.30 – 15.30 WIB

Tempat     : Auditorium – Kampus Anggrek

                   BINUS UNIVERSITY

                   Jl. Kebon Jeruk Raya No. 27, Kebon Jeruk

                    Jakarta Barat – 11530

 

Pembicara:

Prof. Dr. Djamaluddin Ancok

Prof. Dr. Johana E. Prawitasari

Prof. Dr. Enoch Markum

Prof. Dr. dr. Agus Purwodianto, Sp.F., SH., DFM

Kasat III, Dit. Reskrim Umum, Polda Metro Jaya

Reza Indragiri Amriel, M.Crim (ForPsych)

 

Untuk informasi dan konfimasi lebih lanjut silahkan hubungi :

Sdri. Ika Puji Asmara , Telp (021) 534-5830 pswt 2150/2170 ; Fax (021) 530-1668 ; HP 0818-902842 atau melalui email ika_pa@binus.edu

Sdri. Ade Omat Mutiara /Niniek Setiyaningsih, Telp (021) 535-0660 pswt 2632 HP atau melalui email aomutiara@binus.edu / ninik@binus.edu

 


This email and its attachments may be confidential and are intended solely for the use of the individual to whom it is addressed. Any views or opinions expressed are solely those of the author and do not necessarily represent those of Bina Nusantara.
If you are not the intended recipient of this email and its attachments, you must take no action based upon them, nor must you copy or show them to anyone.
Please contact the sender if you believe you have received this email in error.

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Finance

It's Now Personal

Guides, news,

advice & more.

Biz Resources

Y! Small Business

Articles, tools,

forms, and more.

Yahoo! Groups

Dogs Owners Group

Join Do More For Dogs

pet community

.

__,_._,___

Tidak ada komentar: