02 November 2008

[media-riau] Dewan Raja-Raja se-Nusantara Mendukung SBY

Dewan Raja-Raja se-Nusantara Mendukung SBY

Filed under: Pulikiting
 

Jakarta, CSPS - Deklarasi kesediaan Raja Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, untuk dicalonkan menjadi presiden RI pada pemilu 2009 mendatang telah mengundang banyak tanggapan dari berbagai pihak. Hal ini tidak terkecuali direspon juga oleh kalangan raja-raja se-nusantara. Anehnya, para raja yang tersebar di berbagai wilayah "kekuasaan"nya di nusantara itu menolak pencalonan Sri Sultan menjadi presiden Indonesia berikutnya.

 

"Raja-raja se-nusantara yang berjumlah lebih dari 1000 raja yang tergabung dalam Dewan Pemersatu Kesultanan Nusantara Republik Indonesia (DPKNRI) menyatakan tidak setuju dengan pencalonan Sultan Yogya sebagai presiden RI mendatang," kata Abdul Azis Riambo, raja dari Kesultanan Padangguni Inea Sinumo Wuta Mbinotiso, Kendari – Sulawesi Tenggara, Minggu (1/11). "Namun, kami mendukung langkah Sultan Hamengku Buwono ke-10 itu sebagai sebuah fenomena demokrasi di negara ini," lanjut Riambo yang dipercaya sebagai Presiden DPKNRI sejak dewan ini terbentuk pada 26 Januari 2004 lalu.
 
Sejauh ini, menurut pandangan para raja se-nusantara, presiden incumbent Susilo Bambang Yudhoyono masih merupakan figur anak bangsa terbaik sebagai pemimpin republik ini ke depan. "Kami sepakat bahwa SBY masih yang terbaik untuk memimpin bangsa, setidaknya untuk lima tahun ke depan," ujar Riambo, yang bergelar Sultan Anakia Mokole Bunduwula XII itu.
 
"Semasa pemerintahan SBY, banyak kemajuan yang dicapai bangsa kita terutama dalam bidang penegakan hukum dan konsistensi pemberantasan korupsi. Lihat saja, ratusan bahkan ribuan pejabat dari pusat hingga ke daerah-daerah yang dijebloskan ke tahanan oleh KPK karena tersangkut masalah korupsi," papar Riambo lagi. Bukan hanya itu, implikasi dari kebijakan SBY tersebut menurut Riambo, saat ini para pejabat sangat berhati-hati dalam menjalankan kebijakan pemerintahan yang berkaitan dengan anggaran.
 
"Kalau dulu, pejabat-pejabat suka main serobot, anggaran untuk pendidikan digunakan untuk pembangunan jalan karena menurut mereka lebih prioritas jalan dari pendidikan, atau sebaliknya. Kalau sekarang? Tidak lagi seperti itu, mereka harus menggunakan anggaran sesuai alokasi yang sudah direncanakan di awal. Jadi, penyelewengan dana rakyat bisa diminimalisir, bisa ditelusuri dengan mudah kemana dana APBN/APBD itu digunakan," urai Riambo.
 
"Jadi, kita perlukan SBY melanjutkan kebijakan ini," pungkasnya.


my personal room at http://saintlover.blogsome.com
 

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Finance

It's Now Personal

Guides, news,

advice & more.

New business?

Get new customers.

List your web site

in Yahoo! Search.

Best of Y! Groups

Discover groups

that are the best

of their class.

.

__,_._,___

Tidak ada komentar: