02 Agustus 2008

[media-riau] FW: Koran KPK Catut Nama KPK

 

 

-----Original Message-----
From: Alex Pangkay [mailto:alexpangkay@yahoo.co.id]
Sent:
Saturday, August 02, 2008 2:44 PM
To: 'informasi@kpk.go.id'; 'johan.budi@kpk.go.id'; 'Mabes POLRI di Jakarta'; 'dewanpers@cbn.net.id'; 'bikkb@riau.go.id'; 'arya@riau.go.id'
Subject: Koran KPK Catut Nama KPK

 

Koran KPK Catut Nama KPK

 

LANGKAH Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dua tahun terakhir ternyata menjadi potensi mata pencaharian baru sekelompok orang. Tiga bulan lalu, sekelompok orang yang mengaku wartawan membuat media cetak bernama KPK, Koran Pemantau Korupsi.

Wakil Ketua Dewan Pers, Sabam Leo Batubara, mengatakan, sepak terjang koran ini bahkan sempat membuat repot Dewan Pers, lembaga penegak etika pers di Indonesia yang dilindungi UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

 

"Kira-kira dua bulan lalu, Antasari (Azhar, Ketua KPK) dan Pak Kapolri (Jenderal Pol Sutanto) bersurat ke Dewan Pers mengklarifikasi bahwa mereka bukan penesehat di koran KPK itu," kata Leo di depan peserta Lokakarya Peningkatan Jurnalistik yang digelar Lembaga Pers Doktor Soetomo (LPDS) di Makassar Golden Hotel, Kamis (17/7).

 

Dari temuan lembaga pemantau kinerja pers nasional, ditemukan indikasi kuat koran itu sengaja dibuat untuk menjadi alat pemeras oleh oknum wartawan bagi pejabat-pejabat daerah yang memang rawan kasus korupsi.

Koran KPK ini, katanya hadir memanfaatkan kondisi negara dan pejabat kita yang memang punya masalah dengan korupsi. "Mereka ambil keuntungan dari bersih-bersih Pak Ruki dan Antasari, seakan-akan tabloidnya itu milik KPK untuk memeras," kata pria asal Batak ini.

 

Memang, melihat tipografi huruf koran KPK dan warnanya, terkesan tabloid mingguan itu merupakan produk dari KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Pada hal setelah melihat kepanjangan dibawahnya tertulis Koran Pemantau Korupsi (KPK).

Dewan pers, jelas Leo, lalu melakukan klarifikasi terhadap koran tersebut. "Mungkin karena memang potensial untuk memeras pejabat korup, manajemen koran ini pecah kongsi. Cilakanya mereka semua ini bersaudara," ujarnya dengan nada suara tegas.

 

Leo sendiri mengemukakan temuan lembaganya ini ke sekitar 20-an wartawan dan redaktur media massa, guna menggambarkan upaya pers nasional menjadi pers yang diharapkan masyarakat. Dia juga mengingatkan, ke depan pers yang akan bertahan di masyarakat adalah media yang mencerdaskan, berimbang, dan wartawannya profesional.

 

 

Sumber : Tribun Timur, Selalu yang Pertama

http://tribun-timur.com/view.php?id=88347

 

Ada peristiwa menarik?

SMS www.tribun-timur.com di 081.625.2233

email: tribuntimurcom@yahoo.com

 

Hotline SMS untuk berlangganan koran Tribun

Timur, Makassar (edisi cetak) : 081.625.2266.

Telepon: 0411 (8115555) (zil)

__._,_.___
Yahoo! Finance

It's Now Personal

Guides, news,

advice & more.

Biz Resources

Y! Small Business

Articles, tools,

forms, and more.

Change your life

with Yahoo! Groups

balance nutrition,

activity & well-being.

.

__,_._,___

Tidak ada komentar: