18 Juli 2008

[media-riau] Re: [sobat-hutan] Siaran Pers Aksi ILLEGAL LOGGING WATCH (ILW) ke RAPP

 
----- Original Message -----
Sent: Wednesday, July 16, 2008 4:13 PM
Subject: [sobat-hutan] Siaran Pers Aksi ILLEGAL LOGGING WATCH (ILW) ke RAPP

ILLEGAL LOGGING WATCH (ILW)
Sekretariat : Jl. Gardu No. 25 C Jakarta, HP. 0817 135 156
Blog : www.illegalloggingwatch.wordpress.com
E-mail : illegalloggingwatch@yahoo.com
Milis : http://groups.yahoo.com/group/illegalloggingwatch

SIARAN PERS

PENCABUTAN/PEMBEKUAN IJIN KONSESI HTI RAPP DAN TANGKAP PARA PEJABAT
YANG TERLIBAT ILLEGAL LOGGING DI RIAU

Kerusakan hutan alam di Indonesia sebagian besar akibat sistem ekonomi
dan politik yang korup dan menjadikan sumber daya hutan hanya sebagai
komoditas ekonomi dan politik semata. Kebijakan industri kehutanan
yang dibangun juga cenderung hanya menguntungkan segelincir pemilik
modal yang berkolusi dengan elit politik dan aparat pemerintahan yang
korup. Pesatnya pembangunan industri pulp dan kertas yang tidak
mempertimbangkan ketersediaan bahan baku dan kelestarian hutan telah
mendorong peningkatan laju kerusakan hutan melalui kegiatan konversi
hutan alam (natural forest) dan aktivitas pembalakan liat (illegal
logging). Bahkan kebijakan pemberian ijin konversi hutan alam untuk
pembangunan HTI oleh Departemen Kehutanan tidak lebih merupakan bentuk
penghancuran hutan alam oleh negara.

Propinsi Riau sebagai salah satu kawasan hutan alam terluas di
Indonesia, saat ini mengalami proses deforestasi yang paling massif.
Kehadiran industri pulp dan kertas semakin mempercepat pemusnahan
hutan alam di kawasan tersebut. PT. Riau Andalan Pulp & Paper (RAPP)
merupakan salah satu industri pulp & paper terbesar yang melakukan
deforestasi hutan alam di Riau. RAPP (Riaupulp/ Riaufiber) merupakan
anak perusahaan APRIL Group (Asia Pacific Resources International
Holding Limited) yang memproduksi serat (fiber), bubur kertas (pulp)
dan kertas (paper) dan merupakan bagian dari Raja Garuda Mas
International (RGMI) milik taipan Sukanto Tanoto (Tan Kaung Ho).

RAPP memiliki areal konsesi seluas 326.340 hektar yang tersebar di 4
(empat) kabupaten yakni Kampar, Palalawan, Siak dan Kuantan Singingi.
Selain itu RAPP juga memiliki areal HTI (Hutan Tanaman Industri)
Kemitraan seluas 379.213 hektar dan Hutan Tanaman Rakyat (HTR) seluas
39.786 hektar, sehingga total luas areal mencapai 745.339 hektar.

RAPP merupakan salah satu industri pulp terbesar di dunia dengan
kapasitas industri 2 juta ton/tahun dan kebutuhan bahan baku kayu
mencapai 9 juta m3/tahun. Sementara, pasokan bahan baku kayu serpih
dari hutan tanaman (HTI) hanya mampu memenuhi sekitar 45% dari seluruh
kebutuhan bahan baku RAPP.

Dengan kapasitas produksi dan kebutuhan bahan baku kayu yang sangat
besar dan keterbatasan bahan baku, RAPP berusaha memenuhi kebutuhan
bahan bakunya dari berbagai sumber, termasuk bahan baku dari hasil
konversi hutan alam dan penebangan yang merusak hutan (illegal
logging). Terbongkarnya kasus illegal logging yang melibatkan RAPP,
Gubernur Riau, dan Bupati Palalawan membuktikan bahwa telah terjadi
persekongkolan antara aparat pemerintahan, elit politik dan RAPP untuk
menghancurkan hutan alam Riau secara sistematis. Ironisnya,
penghancuran hutan alam ini didukung oleh kebijakan konversi hutan
alam untuk HTI oleh Departemen Kehutanan.

RAPP dan aparat pemerintahan korup, bukan hanya telah merusak
ekosistem hutan alam, tetapi juga telah merampas lahan-lahan milik
masyarakat adat atas nama pembangunan. Pers dan media massa sebagai
salah satu ujung tombak pemberantasan illegal logging yang seharusnya
didukung dan dilindungi, dalam kenyataanya tengah mengalami
pengekangan oleh aparat penegak hukum yang bersekongkol dengan
perusahaan atas alasan pencemaran nama baik.

Atas dasar fakta-fakta tersebut di atas, ILLEGAL LOGGING WATCH (ILW)
mengajak kepada segenap komponen masyarakat, aparat penegak hukum,
organisasi masyarakat sipil, dan berbagai stakeholder yang memiliki
komitmen penyelamatan hutan alam di Indonesia untuk :
1. Melakukan pemberantasan illegal logging secara TEGAS dan TANPA
TEBANG PILIH terhadap semua pelaku illegal logging
2. Mendukung KPK dan aparat kepolisian untuk menangkap dan mengadili
Mantan Gubernur Riau, Rusli Zainal dan para Bupati yang terlibat kasus
illegal logging di Riau.
3. Menuntut kepada departemen terkait untuk mencabut izin usaha dan
izin konsesi PT. Riau Andalan Pulp & Paper (RAPP) yang terbukti
melakukan kegiatan illegal logging di Riau.
4. Menuntut kepada Komisi Yudisial untuk memeriksa hakim dan jaksa
yang diduga menerima suap/gratifikasi dari RAPP.
5. Mengajak masyarakat untuk memantau praktek-praktek illegal logging
serta melaporkan kepada aparat penegak hukum, media massa dan pihak
terkait lainnya

BERSIHKAN HUTAN KITA DARI PRAKTEK ILLEGAL LOGGING !!!

Jakarta, 8 Juli 2008

ILLEGAL LOGGING WATCH

Koordinator

Diddy Kurniawan
HP. 0817135156

__._,_.___
MARKETPLACE

Attention, Yahoo! Groups users! Sign up now for a one-month free trial from Blockbuster. Limited time offer.
Yahoo! Finance

It's Now Personal

Guides, news,

advice & more.

Search Ads

Get new customers.

List your web site

in Yahoo! Search.

Drive Traffic

Sponsored Search

can help increase

your site traffic.

.

__,_._,___

Tidak ada komentar: